Problematika calon mahasiswa dan mahasiswa ~
Untuk tulisan kali ini sesuai dengan judulnya, aku akan membahas mengenai beberapa problematika calan mahasiswa dan mahasiswa versi Vania, si anak yang baru lulus S1 :D
Hal yang paling lumrah untuk jadi permasalahan anak yang baru mau masuk kuliah adalah masih bingung milih jurusan. Yaaps, ada para calon mahasiswa yang udah punya jurusan yang diinginkan eh tapi ortunya mau yang lain, adapula yang bahkan sama sekali gak ngerti harus ngambil jurusan apa nantinya. Aku mungkin masuk dalam kategori dua2nya, dari yang tadinya udah tau pengen kuliah apa eh karna satu dan beberapa hal malah gak jadi masuk jurusan itu, atau mungkin aku termasuk orang yang terlalu banyak maunya (read: plinplan).
Untuk tulisan kali ini mungkin akan sedikit curhat yang mungkin kejadian kita sama. Aku adalah orang yang tadinya pengen masuk beberapa jurusan (ditulisan sebelumnya sudah ada sih, tapi ini versi lengkapnya). Awalnya pengen jadi penulis, yaps karna suka sama yang namanya tulis menulis dan pengen banget bikin novel, terus setelah ngomong ke bapake eh malah kagak setuju si bapake katanya "mau makan kertas kah kamu nanti", oke fine ganti lagi. Eh lupa ding, waktu SMP (kayaknya) pengen jadi guru matematika aja karna suka matek dari zaman SD, tapi terus berubah lagi. Kemudian, pernah kepikiran buat kuliah designer gitulah ya, tapi kata sibapake entar lulusnya papa kagak punya modal buat bikin butik jadinya yah batal lagi, terus pernah kepikiran juga buat kuliah farmasi (ceritanya kaek ditulisan sebelumnya), dan pernah juga pengen kuliah informatika gitu soale suka ngotak ngatik laptop dan suka banget update masalah kemajuan teknologi gitulah, ehh gak jadi juga ntuh ujung2 malah kagak ada pilihan samasekali~ haaha
Aku pernah berfikir entah mau jadi apa aku nanti, ingin rasanya melawan saja agar bisa mendapatkan apa yang aku mau. Tadinya pengen diam2 untuk tes dan cari universitas yang sesuai sama apa yang aku mau (waktu itu yang benar2 kepikiran sih, ambil sastra itu lah ya), tapi entah kenapa aku kemudian berfikir lagi, orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya. Saat itulah aku benar2 merasa diperhadapkan dengan 2 pilihan sulit, mengejar apa yang aku sukai (atau apa passion kita) atau berbalik arah mengejar apa yang orang tua kita harapkan pada kita.
Sayangnya aku adalah anak SMA kelas 3 yang terlalu takut untuk mengejar apa yang aku sukai dan mengabaikan keinginan ortu. Saat itu bagiku mungkin akan lebih baik jika mengikuti apa yang orang tua inginkan, menurutku saat itu mungkin dengan mengikuti saran bapake aku akan lebih diberkati dengan apa yang akan kerjakan nantinya, intinya yah hanya ingin bahagiain bapake aja sih waktu itu mah. Benar2 bukan awal yang mudah, memulai perkuliahan pada jurusan yang sama sekali kagak ngarti keluarnya bakal jadi apa, entar mau ngapain dan segala macamnya lah ya, tapi dengan modal "aku pasti bisa, dan papa harus bangga sama aku", ehm nyataya semuanya aman2 aja ~
Satu tahun berlalu, kali ini giliran si adek yang hendak kuliah dan kejadiannya sama juga. Dia punya pilihan sendiri namun saat itu sebagimana si bapake yang entah ketularan apa pingin banget anak2nya kuliah teknik dua2nya, padahal mah adekku boror2 ngitung2 ngerjain matek 5 nomoran aja udah males banget disuruh kuliah teknik. Dari dia aku belajar, kadang kita perlu sedikit membangkang juga (heheh), untuk kali ini aku satu suara sama si adek yang ingin kuliah di jurusan yang dia mau. Dengan seribu jurus paksaan maka jadilah si adekku kuliah sesuai keinginannya.
Semua orang itu gak ada yang sama, menurutku ya kadang orang tua kita juga perlu tau mau kita apa. Memang sebagai anak alangkah lebih baiknya untuk menruti keinginan orang tua, cuma kita juga dikasi otak untuk mikir, kalau memang apa yang ortu mau dan itu tidak sesuai dengan kemampuan kita kenapa harus kita paksakan hanya untuk membahagiakan mereka ? Sebenarnya jika kamu yakin akan dirimu, kamu kenal dirimu, kamu juga yang tau passionmu ke mana, akan lebih baik jika kamu menyuarakan apa yang kamu mau, siapa tau itu yang memang seharusnya kamu lakukan. Memang orang tua kita mengenal kita sejak bayi, tapi yang lebih mengerti kita adalah diri kita sendiri, kamu harusnya lebih tau apa yang kamu mau..
Walaupun pada awalnya modal kuliah cuma karna ini jurusan yang bapake pilihin tapi bukan berarti aku sama sekali nyemplung tanpa modal apa. Aku sedikit tau, seenggaknya kalau untuk kuliah teknik modalku hitungan (pemikiran waktu itu), jadi setidaknya bisalah kalau nantinya dijalanin setidaknya kalau isi kuliahnya ngitung2 otak ini masih bisa ngikutin. Makanya (dulu) lebih memilih kuliah pada jurusan yang disaranin bapake.
Intinya dari ocehan panjang lebar diatas, untuk kuliah nantinya itu kuliahlah ditempat dimana kamu punya sedikit saja bayangan belajarnya, setidaknya otakmu nantinya bisa dipake lah pas kuliahnya ~
Setelah itu, kita akan masuk ke masanya anak kuliahan (versi aku ya)
Aku adalah anak kuliah dengan beberapa moto.
1. Kalau yang lain bisa, aku juga harus (kudu/mesti) bisa juga.
2. Karna sudah memulai, aku tidak punya pilihan untuk mundur.
3. Harus (kudu/mesti) banget suka sama semua mata kuliah. (sidikit curhat: dulu agak susah tuh belajar batuan, tapi yah dipaksain aja sampe suka)
4. Seburuk apapun kuliahan itu nanti, gak boleh ngeluh !
5. IP harus bagus untuk laporan tiap semester.
Dengan 5 moto andalan itu, jadilah si anak kuliahan yang hidupnya sangat membosankan. Jarang banget jalan2 karna kosan tutup jam 9, dan kagak pernah mau nginap di tempat teman. Jarang banget pergi karoke (karna takut ke tempat karoke), jarang nongkrong (takut duit bulanan abis), dan lebih suka pulang kampus langsung kosan.
Singkat cerita, si anak kuliah ini pernah masuk ada pada masa dimana galau galaunya pengen pindah jurusan (pengennya ke teknik sipil, waktu itu). Tapi aku kemudian mikir lagi, kalau aku tidak belajar mencintai jurusanku yang sekarang aku tetep akan pindah-pindah terus, akhirnya aku memutuskan untuk tetap kuliah dengan jurusan yang sekarang dan mencoba untuk mencari apa yang harus aku pelajari lebih lagi, apa kelebihanku nantinya kalau sudah lulus, makanya terus belajar sampai akhirya ketemu apa yang aku suka dari jurusanku ini, dan bener2 itu yang dipelajari banget pake hati, itu juga sih yang bikin bertahan sampe lulus.
Untuk urusan akaemik sih gitu2 aja, urusan kehidupan pertemanannya nih yang mugkin sedikit perlu diceritain disini. Entah kalian sudah pernah mengalami atau belum, tapi aku rasa ini benar2 kajadian yang bikin aku sangat2 dewasa (heheh). Kalau kalian pas kuliah ngalamin ini, mungkin itu akan bikin kehidupan perkuliahan kalian lebih menarik dari cuma sekedar belajar doang :D
oke, jadi kalian mungkin akan merasakan banyak banget orang yang membenci kalian ketika terlihat berbeda, entah itu karna kalian yang terlau sibuk organisasi, sibuk jadi asisten dan segala sibuk2 yang lainnya. Pernah lah ngerasa dibenci banget sama orang tapi kamu tak tau salahmu apa, itu menyebalkan sih, tapi kalau diingat2 itu menyenangkan juga. Aku mungkin sedikit aneh jika berkata "aku lebih suka pada mereka yang membenciku, dan suka menertawakanku dibelakang", entah kenapa menjadi bahan nyinyiran orang itu sebenarnya hal yang sangat menguntungkan, kenapa ? bagi aku, dengan aku sabar dan tetap tulus untuk mereka2 yang seperti itu jauh lebih membuatku belajar untuk lebih dewasa lagi. Bagi kalian yang mungkin saat ini ngerasa banyak banget orang yang suka sama kalian, atau merasa setiap kali berbuat baik ke orang lain eh orang itu malah balasnya dengan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan, mungkin kalian sedang berada dimasa dimana Tuhan sedang menyuruh kalian belajar untuk lebih dewasa dalam menjalani hidup. Aku selalu diingatkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan benar2 itu yang terdoktrin dipikiran, entah kenapa walaupun aku tau mereka membenciku aku tidak bisa membenci mereka. Aku bahkan sangat berterima kasih untuk orang seperti mereka yang sudah membuang2 waktunya untuk membenciku dan lewat mereka pulalah aku jadi lebih sabar, aku pun kasihan pada orang2 yang sampai tahun segini masih mengabiskan masa mudanya dengan duduk bersama dan menceritakan keburukan orang lain. Entah apa yang mereka pikirkan ketika menjadikan keburukan orang lain sebagai topik pembicaraan. Munafik jika aku bilang aku tak pernah menggosip dan apapun itulah, tapi mungkin sekarang aku sudah masuk dimassa dimana sangat tidak penting membicarakan orang lain sedangkan kita sendiri masih banyak kekurangan.
Mungkin susah untuk kita menahan diri dari hal2 seperti itu, tapi kalau kita paksakan kita bisa kok jadi manusia yang lebih modern dengan tidak melakukan hal2 senorak itu (bergosip). Satu lagi, belajar sabar dan tidak melihat sesuatu dari sisi negatif itu juga sulit dilakukan untuk anak seumuran kita, yang dengan alasan itu kan karna kita masih labil, makanya masih bisa emosi, terus apa2 selalu nethink sama orang lain, padahal tidak taukah kamu dengan berfikir positif itu jauh lebih bikin kita nyaman jadi manusia tuh. Dengan berfikir positif kadang menghindarkan kita juga kan dari dosa karna sudah berburuk sangka padahal kenyataannya malah sebaliknya.
...
Ehm, rasanya sudah cukup deh curhatan untuk tulisankali ini. Terima kasih sudah membaca, dan semoga bisa sedikit memberi masukan buat teman2 yang mungkin lagi ada pada posisi sama kayak aku :D
Untuk tulisan kali ini mungkin akan sedikit curhat yang mungkin kejadian kita sama. Aku adalah orang yang tadinya pengen masuk beberapa jurusan (ditulisan sebelumnya sudah ada sih, tapi ini versi lengkapnya). Awalnya pengen jadi penulis, yaps karna suka sama yang namanya tulis menulis dan pengen banget bikin novel, terus setelah ngomong ke bapake eh malah kagak setuju si bapake katanya "mau makan kertas kah kamu nanti", oke fine ganti lagi. Eh lupa ding, waktu SMP (kayaknya) pengen jadi guru matematika aja karna suka matek dari zaman SD, tapi terus berubah lagi. Kemudian, pernah kepikiran buat kuliah designer gitulah ya, tapi kata sibapake entar lulusnya papa kagak punya modal buat bikin butik jadinya yah batal lagi, terus pernah kepikiran juga buat kuliah farmasi (ceritanya kaek ditulisan sebelumnya), dan pernah juga pengen kuliah informatika gitu soale suka ngotak ngatik laptop dan suka banget update masalah kemajuan teknologi gitulah, ehh gak jadi juga ntuh ujung2 malah kagak ada pilihan samasekali~ haaha
Aku pernah berfikir entah mau jadi apa aku nanti, ingin rasanya melawan saja agar bisa mendapatkan apa yang aku mau. Tadinya pengen diam2 untuk tes dan cari universitas yang sesuai sama apa yang aku mau (waktu itu yang benar2 kepikiran sih, ambil sastra itu lah ya), tapi entah kenapa aku kemudian berfikir lagi, orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk masa depan anaknya. Saat itulah aku benar2 merasa diperhadapkan dengan 2 pilihan sulit, mengejar apa yang aku sukai (atau apa passion kita) atau berbalik arah mengejar apa yang orang tua kita harapkan pada kita.
Sayangnya aku adalah anak SMA kelas 3 yang terlalu takut untuk mengejar apa yang aku sukai dan mengabaikan keinginan ortu. Saat itu bagiku mungkin akan lebih baik jika mengikuti apa yang orang tua inginkan, menurutku saat itu mungkin dengan mengikuti saran bapake aku akan lebih diberkati dengan apa yang akan kerjakan nantinya, intinya yah hanya ingin bahagiain bapake aja sih waktu itu mah. Benar2 bukan awal yang mudah, memulai perkuliahan pada jurusan yang sama sekali kagak ngarti keluarnya bakal jadi apa, entar mau ngapain dan segala macamnya lah ya, tapi dengan modal "aku pasti bisa, dan papa harus bangga sama aku", ehm nyataya semuanya aman2 aja ~
Satu tahun berlalu, kali ini giliran si adek yang hendak kuliah dan kejadiannya sama juga. Dia punya pilihan sendiri namun saat itu sebagimana si bapake yang entah ketularan apa pingin banget anak2nya kuliah teknik dua2nya, padahal mah adekku boror2 ngitung2 ngerjain matek 5 nomoran aja udah males banget disuruh kuliah teknik. Dari dia aku belajar, kadang kita perlu sedikit membangkang juga (heheh), untuk kali ini aku satu suara sama si adek yang ingin kuliah di jurusan yang dia mau. Dengan seribu jurus paksaan maka jadilah si adekku kuliah sesuai keinginannya.
Semua orang itu gak ada yang sama, menurutku ya kadang orang tua kita juga perlu tau mau kita apa. Memang sebagai anak alangkah lebih baiknya untuk menruti keinginan orang tua, cuma kita juga dikasi otak untuk mikir, kalau memang apa yang ortu mau dan itu tidak sesuai dengan kemampuan kita kenapa harus kita paksakan hanya untuk membahagiakan mereka ? Sebenarnya jika kamu yakin akan dirimu, kamu kenal dirimu, kamu juga yang tau passionmu ke mana, akan lebih baik jika kamu menyuarakan apa yang kamu mau, siapa tau itu yang memang seharusnya kamu lakukan. Memang orang tua kita mengenal kita sejak bayi, tapi yang lebih mengerti kita adalah diri kita sendiri, kamu harusnya lebih tau apa yang kamu mau..
Walaupun pada awalnya modal kuliah cuma karna ini jurusan yang bapake pilihin tapi bukan berarti aku sama sekali nyemplung tanpa modal apa. Aku sedikit tau, seenggaknya kalau untuk kuliah teknik modalku hitungan (pemikiran waktu itu), jadi setidaknya bisalah kalau nantinya dijalanin setidaknya kalau isi kuliahnya ngitung2 otak ini masih bisa ngikutin. Makanya (dulu) lebih memilih kuliah pada jurusan yang disaranin bapake.
Intinya dari ocehan panjang lebar diatas, untuk kuliah nantinya itu kuliahlah ditempat dimana kamu punya sedikit saja bayangan belajarnya, setidaknya otakmu nantinya bisa dipake lah pas kuliahnya ~
Setelah itu, kita akan masuk ke masanya anak kuliahan (versi aku ya)
Aku adalah anak kuliah dengan beberapa moto.
1. Kalau yang lain bisa, aku juga harus (kudu/mesti) bisa juga.
2. Karna sudah memulai, aku tidak punya pilihan untuk mundur.
3. Harus (kudu/mesti) banget suka sama semua mata kuliah. (sidikit curhat: dulu agak susah tuh belajar batuan, tapi yah dipaksain aja sampe suka)
4. Seburuk apapun kuliahan itu nanti, gak boleh ngeluh !
5. IP harus bagus untuk laporan tiap semester.
Dengan 5 moto andalan itu, jadilah si anak kuliahan yang hidupnya sangat membosankan. Jarang banget jalan2 karna kosan tutup jam 9, dan kagak pernah mau nginap di tempat teman. Jarang banget pergi karoke (karna takut ke tempat karoke), jarang nongkrong (takut duit bulanan abis), dan lebih suka pulang kampus langsung kosan.
Singkat cerita, si anak kuliah ini pernah masuk ada pada masa dimana galau galaunya pengen pindah jurusan (pengennya ke teknik sipil, waktu itu). Tapi aku kemudian mikir lagi, kalau aku tidak belajar mencintai jurusanku yang sekarang aku tetep akan pindah-pindah terus, akhirnya aku memutuskan untuk tetap kuliah dengan jurusan yang sekarang dan mencoba untuk mencari apa yang harus aku pelajari lebih lagi, apa kelebihanku nantinya kalau sudah lulus, makanya terus belajar sampai akhirya ketemu apa yang aku suka dari jurusanku ini, dan bener2 itu yang dipelajari banget pake hati, itu juga sih yang bikin bertahan sampe lulus.
Untuk urusan akaemik sih gitu2 aja, urusan kehidupan pertemanannya nih yang mugkin sedikit perlu diceritain disini. Entah kalian sudah pernah mengalami atau belum, tapi aku rasa ini benar2 kajadian yang bikin aku sangat2 dewasa (heheh). Kalau kalian pas kuliah ngalamin ini, mungkin itu akan bikin kehidupan perkuliahan kalian lebih menarik dari cuma sekedar belajar doang :D
oke, jadi kalian mungkin akan merasakan banyak banget orang yang membenci kalian ketika terlihat berbeda, entah itu karna kalian yang terlau sibuk organisasi, sibuk jadi asisten dan segala sibuk2 yang lainnya. Pernah lah ngerasa dibenci banget sama orang tapi kamu tak tau salahmu apa, itu menyebalkan sih, tapi kalau diingat2 itu menyenangkan juga. Aku mungkin sedikit aneh jika berkata "aku lebih suka pada mereka yang membenciku, dan suka menertawakanku dibelakang", entah kenapa menjadi bahan nyinyiran orang itu sebenarnya hal yang sangat menguntungkan, kenapa ? bagi aku, dengan aku sabar dan tetap tulus untuk mereka2 yang seperti itu jauh lebih membuatku belajar untuk lebih dewasa lagi. Bagi kalian yang mungkin saat ini ngerasa banyak banget orang yang suka sama kalian, atau merasa setiap kali berbuat baik ke orang lain eh orang itu malah balasnya dengan tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan, mungkin kalian sedang berada dimasa dimana Tuhan sedang menyuruh kalian belajar untuk lebih dewasa dalam menjalani hidup. Aku selalu diingatkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan benar2 itu yang terdoktrin dipikiran, entah kenapa walaupun aku tau mereka membenciku aku tidak bisa membenci mereka. Aku bahkan sangat berterima kasih untuk orang seperti mereka yang sudah membuang2 waktunya untuk membenciku dan lewat mereka pulalah aku jadi lebih sabar, aku pun kasihan pada orang2 yang sampai tahun segini masih mengabiskan masa mudanya dengan duduk bersama dan menceritakan keburukan orang lain. Entah apa yang mereka pikirkan ketika menjadikan keburukan orang lain sebagai topik pembicaraan. Munafik jika aku bilang aku tak pernah menggosip dan apapun itulah, tapi mungkin sekarang aku sudah masuk dimassa dimana sangat tidak penting membicarakan orang lain sedangkan kita sendiri masih banyak kekurangan.
Mungkin susah untuk kita menahan diri dari hal2 seperti itu, tapi kalau kita paksakan kita bisa kok jadi manusia yang lebih modern dengan tidak melakukan hal2 senorak itu (bergosip). Satu lagi, belajar sabar dan tidak melihat sesuatu dari sisi negatif itu juga sulit dilakukan untuk anak seumuran kita, yang dengan alasan itu kan karna kita masih labil, makanya masih bisa emosi, terus apa2 selalu nethink sama orang lain, padahal tidak taukah kamu dengan berfikir positif itu jauh lebih bikin kita nyaman jadi manusia tuh. Dengan berfikir positif kadang menghindarkan kita juga kan dari dosa karna sudah berburuk sangka padahal kenyataannya malah sebaliknya.
...
Ehm, rasanya sudah cukup deh curhatan untuk tulisankali ini. Terima kasih sudah membaca, dan semoga bisa sedikit memberi masukan buat teman2 yang mungkin lagi ada pada posisi sama kayak aku :D
Yeeee bt tamang SD su bisa jadi penulis, kapan” kolaborasi ayoooo
BalasHapus#semogamasihingakalakuangSD
wah beta mah baru memulai lagi nih :D bisa bisa lah...
Hapuskalo kelakukan yang buset itu bt su coba melupakan e, talalu kajahatang :D