Pendakian Slamet via Bambangan bersama JENDELA

Selamat membaca :)

Sebelum masuk kuliah dan mulai disibukan dengan jadwal kuliah yang padat (ala ala banget sih), mari kita menulis dulu sebentar. tulisan kali ini mau menceritakan tentang teman, sahabat, sodara, sohib, kawan, bro and sis (They are Bocor). Entah kenapa saya cukup tahan main sama org2 gila ini. Mereka Gila, iya Gila banget saking gilanya kita punya banyak cerita aneh dan gila yang mungkin gak semua pertemanan bisa punya cerita kayak kita. Aku bangga dan bahagia banget punya teman dengan otak segesrek ini (benar memang, kata orang kalau teman yang gila jauh lebih menyenangkan, iya mereka memang sangat menyenangkan dan gila tentunya). Aku pertama main sama mereka baru yah Desember kemarin waktu pertama ikut mendaki bareng mereka ke Gn. Merbabu, Magelang, Jawa Tengah. Mereka adalah 14orang gila yak sekarang jadi teman nongkrongku, agak gaul dikit sih sejak main sama mereka (hehehe, dulu agak kamse kali yak). Kita punya hobi yang sama (yap, naik gunung. orang gila, kita gila, aku suka), tapi jangan salah walaupun kita doyan banget naik gunung kuliah kita tetap jadi prioritas loh. Buktinya kita tetep tarung2an IP dan selalu nyemangatin  buat belajar biar IPnya naik (uang kiriman pun naik :D). Kita adalah manusia2 yang selalu menertawakan temannya ketika dia jatuh (jatuh beneran) karena bagi kita dia terlalu kuat untuk dibantu berdiri :D, tapi kalau teman kita susah tetep di bantu kok tetep dipikirin masalahnya kok (walau setelah itu jadi bahan ledekan). Satu lagi, jangan pernah curhat sama sahabat2 kalian, iya mereka emang pendengar yang baik dan tak jarang memberi solusi yang tepat tapi jangan lupa mereka juga bakal jadiin curhatan kalian bahan ledekan (kalo pada lagi ngumpul bareng aja, without orang lain. kalau ada orang yang bukan kita2 yah jarang buka rahasia kok. Kita mah gitu orangnya :* ). 
Sedikit perkenalan nama2 mereka, setelah itu baru deh cerita pendakian Slamet kita kemarin dan waktu tempu untuk sedikit info bagi yang mendaki  ke sana. 
Mereka adalah Adolf (Cowo Medan yang besarnya di Sorong), Andi (Juragan Sawit asal Riau), Ave (Laki2 tampan dari Buli, MalUt), Cein (Cowo Gesrek dari Kalimantan), Elan (Si pelit dari MalUT), Evens (Cowo Tepa-Toraja yang besarnya di Timika), Ivan (Cowo makasar yang bersarnya di Sorong), Joi (Kahim kita dari NTT), Julio (Laki2 Kei yang besarnya di ujungnya Indonesia, Marauke), Mirno (Cowo kuyus dari Toraja), Ricko (Laki2 Ganteng NTT yang besarnya di Timika), yang ceweknya ada Hana (Mbak ganteng Jawa-Papua), Pathe (Nona Manis dari Ambon-Papua), Rut (Cewe Ambon, besar di Sorong), Nia (Beta Ambon :)). Kami adalah JENDELA (Jejak Pendaki Gila) BOCOR (yah kita ber15). Jendela itu sebenarnya nama orang2 empat yang sekarang lagi ekspedisi part 3 ke Jawa Timur, NTB, dan Bali (Cerita Ekspedisi Part 3nya bakal saya tulis di postingan2 selanjutnya). Sekarang kita bahas pendakian ke Slamet dulu :)

Mari Membaca :)

Kemarin kita yang mendaki cuma ber12, 3 orang lagi gak bisa ikut (Andi, Joi, dan Elan). Pendakian kesekian kalinya bersama mereka, pendakian menuju punjak tertinggi Jawa Tengah bersama Mereka Jendela Bocor. Karena saat mendaki kalian bakal lebih mengenal karakter sebenarnya sahabat kalian (bosan ngenal mereka, udah sering naik bareng sih). Kami mulai packing dari malam hari agar besoknya jam 8 (Minggu 02 Agustus 2015), itu ekspektasi kita, berangka jam 8 pagi dari jogja dan nyampe basecampnya jam 2 atau setengah 3an Sore. Apa daya kenyataannya kita malah jalannya jam 10 lebih 20 menit. Baru benar2 jalan jam 11 (setelah ngisi bensin dan apalah apalah sedikit). Perjalanannya mulus mulus saja sampai jam setengah 1 siang dan perut pada keroncongan semua. jadinya kita memutuskan untuk makan dulu (untungnya Julio, Cein dan Evens sudah survey lokasi jadi gak salah jalan lagi). Jam Setengah 2 kita bru mulai jalan lagi. Baru jalan sebentar udah something happen di jalan, motornya Julio pecah bannya. oke tunggu 45an menit baru selesai dan memulai perjalanan lagi. Karena waktu yang direncanakan sudah gak keburu lagi akhirnya kita nongkrong dulu di alun-alun Purbalingga nyampe setengah 6 lebih dikit, kita jalan lagi nyampe basecamp (nyanyi-nyanyi di jalan kyk orang gila). Nyampe basecampnya sekitaran jam 7an. Udah beres2nya terus nyari makan. Baru jam 9an aku kebelet dan harus turun ke POM Bensin yang cukup jauh dari basecamp (jaraknya lumayan lah kalo jalan kaki, kalo naik motor sekitar 20 sampai 25menit). Setelah makan dan nongkrong bentar di api unggun yang di POM Bensinnya, jam 11 malam baru balik lagi kita ke basecamp dan tidur (kita ber10 tidur di dalem, Julio sama Evens tidurnya di luar :D hahaha). *Basecampnya itu kayak ruang Aula gitu deh lumayan besar bisa buat parkiran juga nah di basecampnya ada lagi 1 ruangan di dalemnya yang bisa pake buat tidur + ngecas HP*. 
Pagi hari kalian bisa makan di warung depan basecamp, harganya terjangkau dan makanannya enak (ada ayam goreng dengan rasa yang luar biasa maknyos untuk standar basecamp). Jam 9 pagi kita mulai pendakian. Perjalanan melewati kebun warga beberapa menit, kemudian barulah masuk hutan dan pendakian yang sesungguhnya pun dimulai. Kami mendapat beberapa pendaki yang baru turun, biasalah kalo dapat pendaki lain pasti nanyaknya gak jauh-jauh dari "Pos 1nya masih jauh mas, atau Kira2 masih lama gak yak mas ke pos 1nya ", begitulah. Nah kami mendapat 1 rombongan pendaki, terus setelah kami nanyak ke mereka malah mereka bilangnya mustahil banget kalau kita bakal nyampe pos 7 hari ini. Dengar mas2nya ngomong kayak gitu gak ngaruh banget sama kita, soalnya lebih mustahil banget kalau kayak gitu. Jam 11 kurang 5 menit kami baru sampai di pos 1. Pos 1 itu pondok yang lumayan besar, bisalah buat bangun tenda didalamnya kalau pada malas naik lagi. Oke kami istirahat sebentar dan mulai mendaki lagi sampai pos 2, setelah berjalan kurang lebih 1,5jam barulah kami sampai di Pos 2, iya kami bertujuh sampai di pos 2. Ave, Ivan, Pathe, Rut, Hana mereka berlima naik duluan dan selalu berhenti di setiap Pos menunggu kita bertujuh (aku, Ricko, Evens, Julio, Cein, Mirno, Adolf ini sih urutan kita :D). Setelah beristirahat sebentar untuk makan roti dan cemilan yang di kasiin sama mas2 dari Wonosobo, bru kemudian kita mulai mendaki lagi sekitaran jam 12 lebih 40 menit. Perjalanan yang ditemani pepohonan rindang membuat kita tak begitu gerah karena diterpa panasnya matahari. Setelah berjalan kurang lebih 1 setengah jam, kami sampai deh di Pos 3. Kata mereka ber5 yang sudah duluan, kita jangan lama2 di pos 3, pos 3 itu banyak celengnya (hati-hati kalau bisa jangan ngecamp disini, selain banyak celengnya pos 3 masih cukup jauh dari puncak :( ). Kami meninggalkan pos 3 jam 2 lebih 20 dan kurang lebih 1 jam baru deh nyampe pos 4, sampai pos 4 kita langsug jalan kecuali Evens, Julio, Cein, Mirno, Adolf, dan Karier saya di bawa sama mereka dan entah bagaimana karier saya akhirnya nyampe dengan selamat ke pos 5, walau dengan sedikit insiden jatuhnya cein yang disertai tertawa bahagianya anak2 lain :D 
Istirahat beberapa menit, makan mie dulu (tanpa di masak tentunya) dan cerita sedikit baru kami memulai pendakiannya sampai ke pos 6 yang hanya 30 menit, tanpa istirahat kami lanjut lagi jalan menuju pos 7 tempat camp paling terakhir sebelum besok pagi ke puncak :) .. Berjalan kurang lebih 1,5 jam dan yuhu sampailah kami di pos 7. Seperti biasa, mereka ber5 sudah sampai duluan dan tedot kami baru sampai beberapa menit setelahnya. 
Siap siap, bangun tenda. yang lain pada bangun tenda dan aku entah mengapa malam itu dingin sekali dan aku malah tidur dan tidak sempat membantu mereka untungnya kita saling pengertian saja. Setelah tendanya selesai kita masing2 masuk dan mulai memasak. berhubung kita yang cewe2 berempat 1 tenda, jadi kita yang masak sayurnya sedangkan tendanya Evens dkk yang masak nasinya, Tendanya Cein dkk jagain kalau kalau ada celeng yang datang :D hahah.. 
Baru beberapa menit kami memasak tiba2 ada bunyi2 aneh dekat tenda kita, ternyata itu Celeeeeeeng (ini kisah nyata ._. , Slamet memang terkenal banyak celeng (babi hutan) dan besar2 pula) setelah diusir kita yang cewe2 lanjut masak lagi yang cowo jagain celengnya jangan nyampe serang tenda kita. Selesai masak, kita makan duluan dan siap2 buat tidur. Tiba2 sekitar jam 2 malam, ada celeng besar banget nyerang tendanya Evens, Ivan, Ave, sama Rico bahkan tendanya nyampe bolong untungnya mereka ber4 tidak kenapa2. Baru tidur bentar, eh ada lagi celeng gede banget hampir setengah tenda kita ngendus2 depan tenda kita (cewe2) untungnya dia gak sempat nyerang tenda kita karena diusir anak2 cowo dan tedot aku hanya tidur dan gak sempet bangun banget (cuma diceritain sih sama yang pada bangun). Pagi hari sebelum naik kita beres2 dulu biar pulangnya gak diserang celeng, belum juga jalan udah ada celeng yang ngancurin tenda pendaki yang ngecamp disebelah kita. Kasian, keluar2nya malah cuma bawa mie sebungkus (dasar celeng bego ._.). Setelah itu kami mulai pendakian lagi, berjalan dari pos 7 kemudian pos 8 kemudian pos 9 dan ketemu Sunrise di pos 9. Foto2 dulu, kece2an dlu baru mulai mendaki. 
Oke, pendakian setelah batas vegetasi itu gak semudah mendaki dari pos2 sebelumnya. Sudah tidak ada lagi pepohonan dan jalannya sangat terjal karena berbatu (Hampir mirip dengan pendakiannya Merapi dari pasar bubrah ke puncak) bedanya Slamet lebih panjang. Hampir 1,5jam kami baru sampai di puncaknya. Yang lain pada ke kawah, sempet malas juga sih ke kawahnya soalnnya cukup jauh dan harus turun lagi kemudian naik sedikit. Tapi karena ada yang mau nemenin ke kawah akhirnya ikutan deh ke kawah ditemani Evens :D (oke ini gak penting). Nyampe di kawah malah susah buat foto2, anginnya kenceng bukan main, rambut udah gak jelas bentuknya tapi intinya yang penting selfie didekat kawah Slamet (gak tau kan kapan balik lagi kesono). Selesai foto2 kita nyusulin yang lain ke puncak, ternyata pada udah turun duluan, nyisain aku, Adolf sama Evens turun bertiga aja.
*cuma nyaranin aja, kalau bisa kepuncaknya lebih pagi agar nanti turunnya sebelum jam 10 udah di pos 9. karena kemarin aku turunnya jam 10an lebih masih belum nyampe pos 9. Angin di Slamet kenceng banget jam segitu makanya saya saranin lebih baik turun lebih cepat agar lebih aman :)*
Sampai di bawah yang lain sudah pada masak, dan sekarang bagi tugas, kita yang packing buat pulang. Selesai packing dan makan dulu. Semuanya Selesai dan jam 1 siang kami turun dari pos 7. 
Beda sekali memang waktu naik dan turunnya, kita turun dari pos 7 nyampe basecamp hanya 4,5 jam. jam setengah 6 kita sudah di basecamp yah dengan cerita aku adolf dan Evens jga yang nyampe paling belakang :D hahaha, kita bertiga sih yang jalannnya 4,5 jam yang lain mah 4 jam kurang mungkin. Kalau Cein, Ave, dan Julio mereka memang pendaki gila orang gila yang turunnya lari jadinya cuma 3jam lebih udah di basecamp.
Setelah istirahat 1 jam, dan pulangggg. Mandi dulu di POM Bensin lagi, makan dlu sebentar dan baru benar2 jalan jam 10malam. Nyampe jogjanya jam setengah 3 pagi (Indah yakkk). 

Ini rincihan waktunya biar agak jelas kali yak :D 
Basecamp - Pos 1 = 09.00 - 10.55 ( ± 2jam)
Pos 1 - Pos 2 = 11.10 - 12.30 ( ± 1,5jam)
Pos 2 - Pos 3 = 12.40 - 14.10 ( ± 1,5 jam)
Pos 4 - Pos 5 = 15.25 - 16.20 ( ± 1 jam)
Pos 5 - Pos 6 = 16.40 - 17.10 ( ± 30menit)
Pos 6 - Pos 7 = 17.10 - 18.30 ( ± 1,5jam)
Pos 7 - Pos 9 = 05.00 - 6.30 ( ± 1,5 jam) *lupa liat jam waktu nyampe pos 8 :D*
Pos 9 - Puncak = 6.40 - 8.10 ( ± 1,5 jam)
Puncak - Kawah = Lupa ( ± 30menit)

Ini sih perjalanan kami yang pada nyampe dari belakang terooos, kalau mereka yang duluan gak selama ini kok :D ini untuk perhitungan kalian naik dengan beban berat dan bawa cewe :) Udah paling maksimal ini :) 

Ada beberapa info dan saran yang mungkin bisa membantu kalian yang mau naik ke Slamet. 
  1. Kalian bisa makan diwarung depan basecamp, harganya terjangkau dan nikmat tentunya. 
  2. Kamar mandinya ada di rumah bapak yang punya warung, jam 9 malam sudah tutup tapinya (kalau kebelet yah turun ke POM Bensin aja, cuma ± 25 menit kok dari basecamp)
  3. Harga parkir per motornya 7rb.
  4. Di Slamet tidak ada sumber air, jadi usahakan kalian bawa air yang cukup.
  5. Banyak celeng di Slamet. Apalagi malam hari, suka keluar nyari makanan :) 
  6. Trek pendakiannya lumayan santai dari basecamp ke pos 1, sisanya terus menanjak, ada beberapa bonus (tapi tidak banyak)
  7. Hampir di setiap pos.nya kalian bisa mendirikan tenda karena lahan yang cukup. 
  8. Untuk lebih baiknya aku saranin kalau kalian mau mendirikan tenda, yah di Pos 1, Pos 5, atau Pos 7. Soalnya ada pondoknya, lumayan lindungi tenda kalian dari serangan Celeng. 
  9. Hati2 di Pos 3, (pengalaman salah 1 pendaki) tenda mereka di serang celeng. Celengnya juga banyak di Pos 3. 
  10. Pada malam hari, sebelum tidur usahakan sisa makanan kalian dirapikan jangan berantakin karena dapat mengundang celeng ._.
  11. Untuk pendakian ke puncak, saya sarankan (lagi lagi lagi) naik dan turunnya sebelum jam 10 pagi. Usahakan jam 10nya sudah di pos 9 :) 
  12. Trek dari pos 9 ke puncak berbatu jadi usahakan bawa Buff atau kacamata.
Oke ini sedikit cerita dan sedikit berbagi informasi tentang pendakianku kemarin ke Slamet, bagi yang mau mendaki ke sana jangan lupa bawa pulang SAMPAHnya yak, kasihan dong yak kalau gunungnya dibiarin kotor. Terima Kasih :*

Komentar

Posting Komentar